161 Anggota Satgas PGRI Ikuti Pelatihan Siaga Bencana

- Minggu, 16 Januari 2022 | 19:52 WIB
Para guru anggota Satgas PGRI mengikuti pelatihan kebencanaan di aula Kantor PGRI Kebumen, Minggu (16/1). (SM/Arif Widodo)
Para guru anggota Satgas PGRI mengikuti pelatihan kebencanaan di aula Kantor PGRI Kebumen, Minggu (16/1). (SM/Arif Widodo)
 
 
KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Sebanyak 161 anggota Satgas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengikuti pelatihan siaga bencana di aula kantor PGRI Kebumen. Kegiatan yang berlangsung dua hari, Sabtu - Minggu (15 - 16/1) itu disertai praktik kebencanaan dan pertolongan pertama melakukan evakuasi.
 
Ketua Satgas PGRI Kebumen Apriyanto Riyadi Nugroho mengatakan, dari 161 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut dibagi dua sesi. "Sesi pertama pada Sabtu dari peserta wilayah Timur dan pengurus kabupaten. Sedangkan Minggu dari wilayah Barat," katanya.
 
Cabang-cabang PGRI di tingkat kecamatan pun diikutkan. Mereka dari 26 kecamatan plus cabang khusus dari Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kementerian Agama (Kemenag). Masing-masing cabang mengirimkan empat personel ditambah satu ketua cabang dengan total 161 peserta.
 
Apriyanto menyebut, Satgas PGRI yang dibentuk sejak setahun lalu itu tidak hanya menangani kebencanaan saja. Namun juga hal lain seperti membantu mengatur lalu lintas. Tindaklanjut pelatihan ini akan ditularkan yang lain.
 
 
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Toto Ari Setyanto yang mengisi pelatihan itu mengatakan, penanganan pra, saat, dan paska terjadi bencana, saling berkaitan. "Jadi peserta diberi pelatihan secara menyeluruh, baik teori maupun praktik," imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua PGRI Kebumen, Agus Sunaryo menyampaikan bencana bisa datang sewaktu-waktu dan tidak bisa dicegah. Untuk itu, para guru harus memiliki manajemen resiko bencana. "Inilah pentingnya membentuk Satgas Bencana meski kita tidak berharap terjadi bencana," ungkapnya.
 
Saat terjadi bencana, kata Agus, guru menjadi leader untuk mengurangi risiko. Termasuk pencegahan dan rehabilitasi paska bencana.  
 
Menurutnya, PGRI selalu memberi sumbangan seperti halnya pada awal pandemi Covid-19, PGRI memberi bantuan Rp 227.500.000 dan pada bencana Gunung Semeru Rp 232.000.000. Hal tersebut menunjukkan kesadaran para guru untuk meringankan beban sesama yang terkena bencana alam maupun non alam luar biasa tinggi.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Magelang Mulai Lakukan Vaksinasi PMK

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:23 WIB

Jamaah Haji Sapu Jagad Diberangkatkan

Senin, 27 Juni 2022 | 09:05 WIB

Pemkot Magelang Canangkan 11 Kampung Religi

Minggu, 26 Juni 2022 | 18:56 WIB

Kabupaten Magelang Dapat Alokasi 500 Vaksin PMK

Jumat, 24 Juni 2022 | 13:16 WIB
X