Wabup Serahkan Bantuan Alat Musik Gamelan Sebagai Penguatan Kearifan Lokal

- Minggu, 16 Januari 2022 | 19:37 WIB
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menyerahkan bantuan untuk penguatan kearifan lokal berupa alat musik gamelan bagi seniman jaran kepang. (SM/Dok)
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menyerahkan bantuan untuk penguatan kearifan lokal berupa alat musik gamelan bagi seniman jaran kepang. (SM/Dok)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyerahkan bantuan untuk penguatan kearifan lokal berupa alat musik gamelan bagi seniman jaran kepang.

Acara yang dipusatkan di Aula Balai Desa Suren Kecamatan Kutoarjo tersebut juga dihadiri oleh Kepala DINSOSDALDUKKB Ahmad Jainudin, Camat Kutoarjo Bambang Setyo Budoto beserta Forkopimcam, para penerima bantuan dari Desa Suren Kecamatan Kutoarjo dan Desa Bendungan Kecamatan Grabag, serta para penggiat seni jaran kepang.

Wabup Yuli Hastuti menyampaikan selamat kepada Masyarakat dan Pemerintah Desa Suren dan Desa Bendungan yang telah mendapatkan bantuan penguatan kearifan lokal dari Kementerian Sosial, berupa alat kesenian dan modal usaha ekonomi produktif.

Diharapkan, bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk lebih mengembangkan seni budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Sebenarnya penyerahan bantuan ini sudah dilaksanakan secara simbolis di pendopo Kabupaten Purworejo, beberapa waktu lalu yang kebetulan waktu itu saya juga yang menyerahkan. Namun rupanya Pak Kades dan warga masyarakat Desa Suren ingin mengungkapkan rasa syukur atas diterimanya bantuan ini dengan mengadakan acara tersendiri, yang tentunya saya sangat apresiasi," ungkapnya, Sabtu (15/1).

Baca Juga: Yonif MR 412 Peduli Pendidikan Anak di Papua

Menurut Wabup, pergeseran nilai-nilai di masyarakat saat ini terjadi karena adanya perkembangan masyarakat, baik dari segi demografi penduduk yang makin heterogen, maupun pola interaksi masyarakat yang semakin kurang menghargai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Hal ini pada akhirnya bisa berpotensi menyebabkan terjadinya konflik sosial dan semakin mempermudah paham radikalisme masuk ke tengah-tengah masyarakat.

"Berdasarkan hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada tahun 2019, ternyata 60 persen kearifan lokal dapat mencegah berkembangnya paham radikal, karena kearifan lokal dapat menjadi kontrol sosial di lingkungan tempat tinggal. Sehingga tidak berlebihan apabila Pemerintah terus berupaya menggali dan mengembangkan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di setiap daerah", terangnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Magelang Mulai Lakukan Vaksinasi PMK

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:23 WIB

Jamaah Haji Sapu Jagad Diberangkatkan

Senin, 27 Juni 2022 | 09:05 WIB

Pemkot Magelang Canangkan 11 Kampung Religi

Minggu, 26 Juni 2022 | 18:56 WIB

Kabupaten Magelang Dapat Alokasi 500 Vaksin PMK

Jumat, 24 Juni 2022 | 13:16 WIB
X