Tolak Pembulian Terhadap Difabel, Rumah Inklusif Luncurkan Batik Pegon Edisi Pangastuti

- Selasa, 28 Desember 2021 | 19:15 WIB
Para difabel DNA keluarganya berkumpul di Rumah Inklusif Jalan Tentara Pelajar Gang Fajar RT 1 / RW 1, Desa Kembaran, Kebumen  (SM/Arif Widodo)
Para difabel DNA keluarganya berkumpul di Rumah Inklusif Jalan Tentara Pelajar Gang Fajar RT 1 / RW 1, Desa Kembaran, Kebumen (SM/Arif Widodo)
 
 
KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Rumah Inklusif Kebumen menggelar aksi keperihatinan dan doa untuk menolak pembulian dan kekerasan seksual terhadap difabel, Selasa (28/12).
 
Aksi keperihatinan tersebut ditandai dengan peluncuran Batik Pegon Edisi Pangastuti di Joglo Rumah Inklusif Jalan Tentara Pelajar Gang Fajar RT 1 / RW 1, Desa Kembaran, Kebumen.
 
Dalam kesempatan itu juga menampilkan fashion show edisi baru Batik Pegon, yang merupakan batik karya difabel dan keluarganya. Hadir sejumlah komunitas antara lain ITMI Kebumen dan Bina Akses Kebumen. Selain itu kalangan mahasiswa serta masyarakat umum sekitar 60 orang.
 
Ketua Rumah Inklusif Muinatul Khoiriyah, menjelaskan, Batik Pegon mempunyai banyak edisi dan setiap coraknya memuat cerita tentang pengalaman kehidupan para disabilitas.
 
"Kali ini yang ditampilkan dalam fashion show adalah Batik Pegon Edisi Pangastuti," katanya.
 
Batik tersebut dibuat pada awal pandemi 2019. Kemunculannya merupakan respons atas tindakan pembulian dan kekerasan yang dialami oleh difabel.
 
Dengan peluncuran Batik Pegon Edisi Pangastuti, lanjut Muinatul Khoiriyah, pihaknya menyerukan agar tindakan kekerasan, terutama kepada perempuan, anak-anak dan difabel diakhiri. 
 
 
Aksi keperihatinan ditutup dengan doa bersama lintas agama. Dari kalangan Muslim diwakili oleh Agus Salim Chamidi dari IAINU Kebumen dan kalangan non Muslim diwakili oleh Pendeta Dewi Ratna dari Gereja Persekutuan Kristen Jawa Kebumen. 
 
"Doa bersama ini sekaligus meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segala bentuk kekerasan tidak terjadi lagi di kemudian hari," terangnya. 
 
Muinatul Khoiriyah menyebut ada banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi pada tahun 2021. Kasus terakhir ini terjadi di Bandung, Jawa Barat. Di mana seorang yang disebut-sebut sebagai guru ngaji memperkosa para santriwatinya.
 
"Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Bandung hanyalah salah satu kasus yang mencuat di media. Di luar sana, masih banyak kasus serupa, yang hanya jadi berita kecil dan tidak viral, atau malah tidak ada beritanya sama sekali," ungkapnya.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X