"small Thing, Great Meaning #4: OFFERINGS", Ekshibisi Helatan Padepokan Apel Watoe

- Rabu, 22 Desember 2021 | 18:25 WIB
Pengunjung melihat lukisan dalam pameran "small Thing, GREAT Meaning #4: OFFERINGS" di Padepokan Apel Watoe. (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)
Pengunjung melihat lukisan dalam pameran "small Thing, GREAT Meaning #4: OFFERINGS" di Padepokan Apel Watoe. (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)

MAGELANG, suaramerdeka-kedu.com - Padepokan Apel Watoe menghelat ekshibisi karya rupa bertajuk "small Thing, GREAT Meaning #4: OFFERINGS". Ekshibisi lukisan dan instalasi berdimensi kecil tapi menawarkan makna yang besar.

Bertempat di Apel Watoe Contemporary Art Gallery, Kecamatan Borobudur, pameran tersebut berlangsung mulai 22 Desember 2021 hingga 22 Januari 2022.

Deddy PAW, sahibulbait Padepokan Apel Watoe, menuturkan pamerannya diikuti 42 perupa, dua di antaranya Abu Jalal Sarimon asal Singapura dan Amin Taasha dari Afghanistan. Perupa lain datang dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang.

Deddy sendiri memamerkan dua karya. Lukisan semacam sulur tanaman berpadu dengan figur apel berbahan alumunium bertitel "Special for You #2" (2021).

Dan, "Rawe-rawe Rantas, Malang-malang Putung" (2021), karya instalasi berupa Pangeran Diponegoro, sambil menjawat keris di tangan kanan dan tasbih di tangan kiri, dan buah apel yang terbelah empat bagian.

Kebanyakan karya yang dipamerkan ialah lukisan. Macam Nunung WS dengan lukisan abstraknya, "Silakan Lepas Sandal" (2021) dan "Kenduri" (2021) dan lukisan potret Ratu Majapahit "Tri Buana Tungga Dewi" (2021) garapan Putu Sutawijaya.

Deddy menyebut ada sekitar 87 karya rupa yang terpamerkan. Tak ada tema khusus yang menyatukan semua itu. Hanya saja, perupa ditantang membikin karya berdimensi kecil tapi menawarkan makna yang besar. Sesuai dengan tajuk pameran ini.

"Pameran ini juga sebagai tempat seniman Magelang belajar dan bertukar pengalaman. Karena sebenarnya banyak seniman lokal yang belajar autodidak dan karyanya bagus-bagus, sayang kalau diabaikan," terangnya saat ditemui di Apel Watoe Contemporary Art Gallery, Rabu (22/12).

Dia menambahkan ekshibisi kolektif ini merupakan agenda rutin jelang akhir tahun dan sekarang masuk tahun keempat. Hanya pada 2020 pameran ditiadakan lantaran pengetatan aktivitas sosial masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Pameran seni rupa ini adalah agenda tahunan, tahun ini yang keempat kalinya karena di 2020 terhalang pandemi," ujar dia.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Ratusan Suporter Wonosobo Gelar Doa Bersama

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Doa dari Magelang untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:48 WIB
X