Temu Kangen Paguyuban Ismaya, Pejuang Keistimewaan Yogyakarta

- Rabu, 22 Desember 2021 | 06:45 WIB
Temu Kangen Paguyuban Ismaya, Pejuang Keistimewaan Yogyakarta
Temu Kangen Paguyuban Ismaya, Pejuang Keistimewaan Yogyakarta
YOGYAKARTA, suaramerdeka-kedu.com - Lurah dan pamong se-DIY yang tergabung dalam Paguyuban Lurah Ismaya akan mengadakan temu kangen setelah vakum beberapa lama.
 
Kegiatan bertajuk Temu Kangen Pejuang Keistimewaan ini akan dilaksanakan Kamis (23/12) di Aula Kalurahan Banguntapan, Bantul.
 
Lurah dan pamong yang mengikuti kegiatan itu tidak hanya yang masih aktif tapi juga yang sudah pensiun.
 
 
"Ini merupakan bagian penting dari proses untuk mempertahankan dan mengawal keistimewaan Yogyakarta melalui penguatan kembali keberadaan Ismaya," ujar Bibit Rustamta selaku Ketua Paguyuban Ismaya, Bibit Rustamta, Selasa (21/12). 
 
Bibit menuturkan, lurah dan pamong yang dulu ikut memperjuangkan Keistimewaan Yogyakarta sebagian sudah purnabakti.
 
Walaupun sudah tidak mengemban tugas lagi secara formal, kata Bibit, namun mereka masih membutuhkan tempat untuk berkarya sebagai wadah untuk mengaktualisasikan dirinya dalam rangka berperan aktif dalam dinamika kehidupan masyarakat.
 
 
"Melalui Ismaya sebagai jembatan komunikasi dan penyampai aspirasi masyarakat Yogyakarta. Kami berkomitmen ingin tetap berkiprah dan memberikan kontribusi sekaligus menjadi penyeimbang dalam kehidupan bermasyarakat di DIY, melalui jejaringnya yang tersebar luas sampai ke desa-desa yang jumlahnya ada 382 Kalurahan se-DIY," ungkapnya.
 
Menurut Bibit, Ismaya selama ini tetap menjalin komunikasi dan membangun sinergitas dengan Pengurus Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Seluruh Kulon Progo (Bodronoyo), Bantul (Tunggul Jati), Sleman (Suryo Ndadari), dan Gunungkidul (Semar).
 
Ismaya merupakan bagian dari pejuang pelaku yang memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan Keistimewaan Yogyakarta, sehingga keberadaannya harus tetap dipertahankan untuk tetap memerankan salah satunya sebagai pengawal keistimewaan Yogyakarta.
 
 
"Selain tentunya ingin memastikan keberadaan Lurah dan Pamong yang telah purna karya dalam keadaan baik dan tetap berperan dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pendataan secara menyeluruh," imbuhnya.
 
Tidak kalah penting, lanjut Bibit, diperlukan sinergitas program Ismaya dengan lembaga kepolisian dalam hal kamtibmas.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Berikut Daftar Juara Magelang Innovation Award 2022

Senin, 5 Desember 2022 | 21:30 WIB

Intip Fasilitas Hotel Royal Malioboro

Senin, 5 Desember 2022 | 19:25 WIB

Harga Racun yang Dibeli Dhio untuk Bunuh Keluarganya

Senin, 5 Desember 2022 | 12:00 WIB

Grebeg Gunungan Tutup Ketep Summit Fest 2022

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:00 WIB

Kota Magelang Raih Anugerah Meritokrasi dari KASN

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:07 WIB

SMA N 3 Magelang Kini Miliki Layanan Digitalisasi

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:30 WIB

'Symphony Rindu' ala Ketep Summit Fest Digelar Besok

Kamis, 1 Desember 2022 | 09:00 WIB
X