Rusak Terkena Alat Berat, Aliran PDAM di Condongcatur Mati

- Rabu, 22 Desember 2021 | 06:41 WIB
Rusak Terkena Alat Berat, Aliran PDAM di Condongcatur Mati
Rusak Terkena Alat Berat, Aliran PDAM di Condongcatur Mati
 
SLEMAN, suaramerdeka-kedu.com - Aliran PDAM di daerah Condongcatur, Sleman mengalami gangguan sejak Senin (20/12) siang.
 
Imbasnya, banyak warga yang kesulitan mengakses air bersih.
 
"Suplai air bersih PDAM mati sejak Senin siang kemarin tanpa pemberitahuan," kata salah satu warga Perumnas Condongcatur, Agus Utantoro (50).
 
 
Hingga Selasa (21/12) pagi, air masih belum mengalir. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia dan beberapa warga yang berlangganan PDAM terpaksa meminta air dari tetangga yang memiliki sumur.
 
Solusi lainnya adalah menumpang sementara di rumah kerabat. 
 
"Harapan kami segera dilakukan perbaikan jika memang ada kerusakan. Air adalah kebutuhan vital, layanan terganggu sebentar saja akan sangat dirasakan efeknya oleh pelanggan," ujarnya.
 
 
Saat dikonfirmasi, Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata membenarkan adanya gangguan aliran di kawasan Condongcatur sejak Senin (20/12).
 
Gangguan itu terjadi dikarenakan pipa yang ada di Jalan Nusa Indah, rusak akibat terkena alat berat backhoe saat pengerjaan proyek pembuatan drainase oleh DPUPKP Sleman
 
Pipa berdiamater 6 inchi yang rusak merupakan jaringan distribusi utama. Setelah mendapat laporan, pihaknya meminta saluran dimatikan sementara agar air tidak meluber.
 
 
Di saat bersamaan, alat valve yang berfungsi mengatur tekanan air juga mengalami anjlok. Titik valve yang anjlok ini ada di daerah Bakungan.
 
Akibatnya, 370 pelanggan PDAM yang tinggal di wilayah Condongcatur tidak bisa mendapat layanan secara normal.
 
"Siang ini perbaikan selesai. Air juga sudah mengalir, hanya tinggal mengatur pemerataan aliran bagi warga yang terdampak," kata Dwi.
 
Sesuai standar operasional prosedur, perbaikan kerusakan pipa yang tertanam di dalam aspal dan cor blok maksimal 24 jam harus sudah selesai.
 
 
Berbeda jika pipa tertanam di tanah biasa, standar waktu perbaikannya adalah 6 jam sedangkan pengerjaan di tanah keras batasan waktunya 12 jam.
 
Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, pihaknya akan berkomunikasi dengan DPUPKP Sleman.
 
Sebelum melaksanakan proyek, pelaksana diminta berkoordinasi terlebih dulu dengan instansi pengampu utilitas jalan yang akan digarap. Tidak hanya pipa air, tapi juga utilitas lain seperti kabel telpon dan pipa limbah.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Kemenkeu Jateng, Paparkan Kinerja Positif APBN 2022

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:03 WIB

Polda Jateng Mulai Uji Coba Drone Tilang Elektronik

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB

Realisasi PAD Kota Magelang Naik Signifikan

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:00 WIB

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X