Program Kampung Religi, Cerminan Tatanan Kehidupan Sosial Masyarakat

- Selasa, 14 Desember 2021 | 16:50 WIB
SM/Asef Amani - KAMPUNG GANTEN: Wali Kota Magelang, dr Muchammad Nur Aziz mencanangkan Kampung Ganten, Kelurahan Jurangombo Selatan sebagai Kampung Religi kelima, Selasa (14/12).
SM/Asef Amani - KAMPUNG GANTEN: Wali Kota Magelang, dr Muchammad Nur Aziz mencanangkan Kampung Ganten, Kelurahan Jurangombo Selatan sebagai Kampung Religi kelima, Selasa (14/12).

MAGELANG, suaramerdeka-kedu.com – Pemkot Magelang kembali mencanangkan Kampung Religi. Kali ini giliran Kampung Ganten, Kelurahan Jurangombo Selatan menjadi Kampung Religi yang ke-5.

Sebelumnya, Pemkot Magelang sudah mencanangkan empat Kampung Religi, antara lain RW 1 dan RW 2 Kelurahan Wates, Kampung Kwayuhan Kelurahan Gelangan, Kampung Tuguran Kelurahan Potrobangsan, dan Kampung Tidar Krajan Kelurahan Tidar Utara.

Wali Kota Magelang, dr Muchammad Nur Aziz menilai, kampung religi merupakan cerminan dari tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan sosial serta budaya masyarakat setempat.

Baca Juga: Petugas Sampah di Kampung Diusulkan Terima Insentif

“Perlu saya tegaskan, kampung religi bukan hanya berlaku bagi umat Islam saja, tapi juga mencakup semua agama,” ujarnya saat pencanangan Kampung Religi di Kampung Ganten, Selasa (14/12).

Menurut dr Aziz, program ini sebagai wahana merekatkan tali silaturahmi sekaligus upaya mensinergikan program unggulan, yakni program agamis (programis). Hal ini sejalan dengan misi 1 RPJMD Kota Magelang mewujudkan masyarakat religius, berbudaya, beradab, toleran, berlandaskan iman dan takwa.

“Salah satu tujuan Kampung Religi adalah memupuk rasa toleransi antarumat beragama. Kalau kita paham agama masing-masing, toleransi itu akan terbentuk sendiri. Kalau tidak maka muncul intoleran,” katanya.

Baca Juga: Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Lintas Agama, Kapolres Waspadai Ancaman Terorisme Jelang Nataru

Kampung ini, lanjutnya, diharapkan akan meningkatkan peran tempat ibadah, bahwa perannya tidak sekadar sebagai tempat peribadatan saja, namun juga sebagai wahana pendidikan, musyawarah mufakat, sosial kemasyarakat hingga perekonomian.

“Pada akhirnya sebuah kerjasama yang sinergis antara pemerintah, elemen masyarakat, dan stakeholder mutlak diperlukan untuk mensukseskan pembangunan, khususnya di bidang keagamaan,” tandasnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPU Temanggung Tetapkan 6 Dapil Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 28 November 2022 | 18:40 WIB

3 Anggota Keluarga Tewas di Magelang, Dugaan Diracun

Senin, 28 November 2022 | 15:39 WIB

Kota Magelang Raih 6 STBM Award dari Kemenkes

Sabtu, 26 November 2022 | 10:15 WIB

Pelajar Gelar Doa Bersama, Untuk Korban Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 10:14 WIB

1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
X