Petugas Sampah di Kampung Diusulkan Terima Insentif

- Minggu, 12 Desember 2021 | 15:00 WIB
SM/Asef Amani - PETUGAS SAMPAH: Seorang petugas sampah di wilayah Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.
SM/Asef Amani - PETUGAS SAMPAH: Seorang petugas sampah di wilayah Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

MAGELANG, suaramerdeka-kedu.com - Anggota DPRD Kota Magelang, Waluyo menilai sudah waktunya Pemkot Magelang menganggarkan insentif untuk petugas sampah di kampung-kampung. Sebab, keberadaan petugas ini sangat penting dalam menjaga kota agar tetap bersih dan sehat.

"Apalagi, untuk saat sekarang mencari petugas sampah tidaklah mudah. Selain karena dibayar relatif kecil oleh warga secara iuran, juga dianggap kurang menjanjikan oleh generasi yang lebih muda," ujarnya kepada media, kemarin.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan selama ini belum ada perhatian lebih dari Pemkot Magelang terhadap keberadaan mereka. Jangankan insentif berupa uang, alat pelindung diri untuk mereka saja sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: UMK Wonosobo Tahun 2022 Rp 1.931.285

"Sudah saatnya pemkot memberi perhatian lebih ke mereka dengan menganggarkan insentif sekaligus alat pelindung diri. Hal ini untuk membantu perekonomian mereka dan tentunya kesehatan diri, karena tiap hari berkecimpung dengan sampah," terangnya.

Menurutnya secara teknis insentif bisa diatur oleh Pemkot Magelang, misalnya dicairkan satu kali atau beberapa kali dalam setahun dengan nilai yang disepakati. Sumber anggaran bisa melalui anggaran baru di APBD Perubahan atau ambil dari program Rp30 juta per RT per tahun.

"Saya sempat mengusulkan hal ini kepada Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz secara langsung saat kegiatan Ngopi Bareng di kelurahan. Selama ini belum ada insentif dan mereka seperti terabaikan atau terlupakan," jelasnya.

pekeBaca Juga: Serikat Pekerja Soroti Pergeseran Filosofi Program JHT

Waluyo menyebut petugas di kampung atau setingkat RW jumlahnya variatif. Ada yang satu RW satu petugas, ada pula satu petugas untuk satu RW lebih dan ada pula yang satu RW dua petugas.

"Contoh saja di Kampung Karang Kidul hanya satu petugas, karena tidak ada yang mau menjadi petugas sampah keliling mengambil sampah di tiap rumah setiap hari. Insentif dari masyarakat yang dihimpun RT atau RW relatif minim, padahal pekerjaan mereka tidak ringan," paparnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

SMA N 3 Magelang Kini Miliki Layanan Digitalisasi

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:30 WIB

'Symphony Rindu' ala Ketep Summit Fest Digelar Besok

Kamis, 1 Desember 2022 | 09:00 WIB

Gebyar Literasi Matansa Songsong HAB Kemenag

Rabu, 30 November 2022 | 15:57 WIB

MTs 1 Kebumen Rebut 1.168 Medali di Event MIO

Rabu, 30 November 2022 | 15:54 WIB

Pemuda Desa Nampudadi Dilatih Jurnalistik

Rabu, 30 November 2022 | 15:52 WIB
X