BPJamsostek Jateng-DIY Fokus Kejar Peserta dari Pekerja Informal dan Rentan

- Jumat, 10 Desember 2021 | 18:24 WIB
SM/Asef Amani - CAPAIAN KINERJA: Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Jateng-DIY, Cahyaning Indriasari beserta Pps. Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJamsostek, Dian Agung Senoaji paparkan capaian kinerja BPJamsostek Kanwil Jateng-DIY pada Media Gathering di PO Hotel Semarang.
SM/Asef Amani - CAPAIAN KINERJA: Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Jateng-DIY, Cahyaning Indriasari beserta Pps. Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJamsostek, Dian Agung Senoaji paparkan capaian kinerja BPJamsostek Kanwil Jateng-DIY pada Media Gathering di PO Hotel Semarang.

SEMARANG, suaramerdeka-kedu.com - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta akan fokus pada target kepesertaan dari pekerja penerima upah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pekerja informal pada 2022. Termasuk pekerja rentan yang potensinya sangat besar untuk bisa digarap.

Hal itu diungkapkan Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Jateng-DIY, Cahyaning Indriasari pada Media Gathering di PO Hotel Semarang, Kamis-Jumat (9-10/12). Turut hadir Pps. Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJamsostek, Dian Agung Senoaji.

"Tahun depan banyak yang harus kita kejar, salah satunya pekerja penerima upah dari sektor UMKM dan pekerja informal. Mengingat, dilihat dari coverage tahun ini masih banyak dari mereka yang belum tercover BPJamsostek," ujar Cahyaning.

Menurutnya potensi utamanya ada di wilayah perdagangan. Begitu juga pekerja informal, seperti pedagang, pemulung, PKL, nelayan tukang becak, seniman, perajin, dan lainnya. Tak ketinggalan, non-ASN atau pekerja honorer dan jasa konstruksi juga jadi fokus BPJamsostek.

Baca Juga: BPJamsostek - BPJS Kesehatan Siap Sinkronisasi Data Kepesertaan

"Akan kami gali terus potensinya dan mencoba jalin kerja sama dengan instansi lain untuk memudahkan mereka menjadi peserta. Misalnya kami dorong perusahaan optimalkan CSR untuk melindungi pekerja rentan di lingkungan usahanya," katanya.

Dalam kesempatan ini, Cahyaning mengungkapkan, di awal-awal tahun 2021 capaian kinerja agak melambat karena masih terpengaruh pandemi Covid-19. Namun, mulai September kondisi ekonomi membaik sehingga kinerja di wilayahnya turut membaik.

Dia menyebutkan coverage kepesertaan di Jawa Tengah hingga November 2021 sebesar 17 persen atau 3.062.280 pekerja. Jumlah ini terhitung dari total pekerja sebanyak 18.963.993 orang, terdiri dari 17.835.770 bekerja dan 1.128.223 menganggur.

"Sementara coverage kepesertaan di Yogyakarta sebesar 19 persen atau 412.982 peserta. Angka terhitung dari total pekerja sebanyak 2.307.942 orang, terdiri dari 2.201.510 bekerja dan 106.432 menganggur. Kalau ditotal peserta di Jateng-DIY sebanyak 3.475.262 atau 17 persen," jelasnya.

Baca Juga: Permenaker 17 Mudahkan Peserta BPJamsostek Dapat KPR-MLT

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

BOB Inisiasi Tarian Soledo Khas Gelangprojo

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:05 WIB

Mobil Pengangkut BBM Eceran Terbakar

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:20 WIB

Dugaan Rumah Sambo di Magelang, Ini Kompleksnya

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:16 WIB

Ayah di Dukun, Magelang Perkosa Anak hingga Hamil

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:28 WIB

Sejumlah Umat Buddha Gelar Puja Bakti di Candi Ngawen

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:32 WIB

Kader PDIP Adakan Jajan Bareng Narisqa

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:56 WIB

Piala Kasad Liga Santri di Yogyakarta Resmi Dimulai

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:06 WIB

APBD Temanggung Tahun 2023 Akan Devisit 80,6 Miliyar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:55 WIB

Mayat Bersimbah Darah Ditemukan Warga Kentengrejo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:49 WIB

Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Akhirnya Terisi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:44 WIB
X