Cahaya Gelap Belukar dalam Pameran Diskusi Pahit

- Rabu, 8 Desember 2021 | 17:57 WIB
Pengunjung melihat lukisan dalam pameran Cahaya Gelap Belukar. (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)
Pengunjung melihat lukisan dalam pameran Cahaya Gelap Belukar. (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)

MAGELANG, SUARA MERDEKA - Diskusi Pahit, kolektif seni di Magelang, menghelat pameran seni rupa Cahaya Gelap Belukar di Reload Coffee & Roastery, area Rest Area Bandongan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, 5-15 Desember 2021.

Tercatat 10 seniman memajang karyanya. Erwin Eat, Bayu Agung, Vikaz (VIEX), moniker G.D.R.L, Pulung Not Sleep, duo foreverhellopino (frvrthp), Irhas Fauzan, Galih Indra, Bagas Pandu 'FLSH', dan Filhamsy.

Bagas Pandu, salah seorang member Diskusi Pahit, menuturkan Cahaya Gelap Belukar berupaya memaknai situasi serba tak jelas di tengah terombang-ambingnya masyarakat hari-hari ini.

Baca Juga: Magelang Tutup Tur Pameran 5 Rupa Semarang

Mempersandingkan nomina "cahaya" dan adjektiva "gelap", Bagas bilang menghasilkan warna abu-abu. Warna yang mengabarkan ketidakpastian, ketidakjelasan.

Pada "belukar", sepuluh seniman dengan rentang usia 20-30 tahun ini, menilai masyarakat kiwari bak tumbuhan kayu-kayuan kecil nan rendah itu; lemah dan rentan terombang-ambing.

"Dari "cahaya", "gelap", "belukar", dijadikan satu menjadi suatu konsep (tentang) ketidakpastian menghadapi zaman sekarang ini," terang Bagas.

Baca Juga: Pameran Daun Jati di 'Love Hallway'

Seorang pekerja Reload Coffee & Roastery melihat lukisan pada pameran Cahaya Gelap Belukar. (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X