Ketua DPRD Soroti Masalah Sempitnya Lapak Pasar Purworejo

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:26 WIB
Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi sedang mendengarkan aduan para pedagang saat pengundian lapak bagi para pedagang pasar Suronegaran yang di pindah ke Pasar Purworejo (SM/Hafidz Kurnia)
Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi sedang mendengarkan aduan para pedagang saat pengundian lapak bagi para pedagang pasar Suronegaran yang di pindah ke Pasar Purworejo (SM/Hafidz Kurnia)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com-Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi menyoroti permasalahan yang dikeluhkan pedagang terkait sempitnya lapak.

Hal itu terungkap saat Ketua DPRD melakukan peninjauan pada saat proses pengundian lapak bagi para pedagang pasar Suronegaran yang di pindah ke Pasar Purworejo, di lokasi pasar Purworejo, Senin (6/12).

Dion mengemukakan, dengan adanya keluhan itu, dirinya menginginkan tahun depan dilakukan lagi penambahan lapak sebagai solusi.

"Untuk permasalahan tempat yang kecil ini adalah solusi terbaik dari pilihan terburuk, kalau kemudian dengan luasan yang ideal tentu ini tidak akan cukup menampung semua pedagang. Maka harapan kami bagaimana ini ditampung sebanyak-banyaknya disini pedagang yang berhak, setelah ditampung nanti tahun berikutnya menyusul dibuat tempat lagi, kan disebelah pasar ini juga masih luas tanah milik Pemda," terangnya.

Dion juga membeberkan alasan mengapa tidak sejak awal pasar dibangun sesuai dengan jumlah pedagang yang ada. Menurut Dion terdapat pembekakan jumlah pedagang pada proses pemindahan pedagang ini.

"Dipendataan awal itu jumlahnya hanya 1200 pedagang, ditengah perjalanan tambah 600 pedagang, penambahan itu kan ditelusuri sudah sangat susah, jadi antara pendataan awal yang salah atau memang pendataan awal benar tapi ada pembekakan. Saya akui juga dari segi perencanaan dulu juga tidak memperhitungkan dengan luasannya, jadi kedepan pendataan harus diperkuat," papar Dion.

Dion juga sudah memperkirakan bahwa perpindahan pasar ini pastinya akan banyak menemui banyak kendala. Maka dari itu dibuatlah posko pengaduan dalam pengundian ini untuk menampung permasalahan yang ada.

"Jadi nanti setelah pengundian selesai, baru masalah-masalah ini diselesaikan, sehingga untuk yang tidak bermasalah pengundiannya bisa selesai dulu," katanya.
Dion mengamati, rata-rata aduan yang masuk adalah soal masalah administrasi. "Misalnya dia punya los 2 yang keluar hanya 1, kemudian ada yang ganti nama, malah yang dapat yang menyewa kios bukan yang punya kios, permasalahannya berbeda-beda tadi," jelasnya.

Baca Juga: Pengundian Lapak Pasar Purworejo Mulai Berjalan , Sejumlah Pedagang Keluhkan Sempitnya Lapak

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Wonosobo Tewas Tertimpa Pohon Albasia

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:58 WIB

UPPD Kota Magelang Terima Bantuan Mobil Operasional

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:40 WIB

Upanat, dari Relief Hingga Alas Kaki

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:04 WIB

Bupati Dorong OPD Rampungkan LKPJ

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:38 WIB

Vaksin Booster mulai Diberikan untuk Umum

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:35 WIB

Mortir Tinggalan Perang Ditemukan di Butuh

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:30 WIB

Bank Raya Indonesia Hadir di Temanggung

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:38 WIB
X