Pengundian Lapak Pasar Purworejo Mulai Berjalan , Sejumlah Pedagang Keluhkan Sempitnya Lapak

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:17 WIB
Seorang pedagang sedang mengisi formulir sebagai salah satu mekanisme untuk pengundian lapak di pasar Purworejo (SM/Hafidz Kurnia)
Seorang pedagang sedang mengisi formulir sebagai salah satu mekanisme untuk pengundian lapak di pasar Purworejo (SM/Hafidz Kurnia)

 

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com-Pengundian lapak bagi pedagang pasar Suronegaran ke pasar Purworejo dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkukmp) Purworejo. Pengundian dilakukan dilakukan di pasar Purworejo pada Senin (6/12).

Dalam pengundian itu, sejumlah pedagang pasar Suronegaran yang dipindah ke pasar Purworejo mengeluhkan sempitnya lapak pengganti yang didapat.

"Jadi ini dilakukan pengundian untuk pedagang pasar Suronegaran yang di pindah ke Pasar Purworejo. Jadi kami sudah melakukan pendataan, verifikasi dan validasi, lalu kami undang para pedagang secara bertahap melaksanakan pengundian," ungkap kepala Dinkukmp Gatot Suprapto saat ditemui di sela-sela pengundian pada hari pertama.

Pengundian ini, lanjutnya, dibagi menjadi tiga termin selama tiga hari. Satu kali termin sekitar 500-600 pedagang dan total pedagangnya setelah divalidasi ada 1912 pedagang.

"Nanti semua itu kita periksa berkasnya pada pengundian ini jika memenuhi langsung dapat tempat, harus ada syarat ijin menempati lokasi, harus sudah membayar restribusi juga, itu yang kita prioritaskan dulu, yang tidak memenuhi syarat itu menyusul," jelasnya.

Diketahui ada beberapa pedagang pasar Suronegaran yang memang tidak tertampung ke pasar Purworejo. Para pedagang yang tidak tertampung itu nantinya akan ditempatkan di beberapa pasar yang ada di Purworejo. Pedagang yang dipindah ke pasar Purworejo hanya para pedagang uang berjualan kebutuhan sehari-hari.

"Yang pedagang sangkar burung 20 orang kita pindah ke pasar Pangenrejo lalu pedagang onderdil sekitar 40 orang kita pindah ke pasar Kenteng, sedangkan nanti sisanya juga ada yang dipindah ke pasar Baledono dan yang lainnya," jelasnya.

Diketahui ada tiga macam lapak yang diundi yakni kios, los dan selasar. Sempitnya lapak rata-rata dikeluhkan oleh para pedagang yang mendapat jatah los dan selasar.
Leli Suryana Pujiastuti (50) seorang pedagang kelontong mendapat ganti sebanyak tiga los lapak untuk berjualan. Namun menurutnya tempat pengganti yang didapat terlalu sempit untuk berdagang kelontong. "Lha ini kalau segini ya barangnya gimana, sempit banget ini, nggak sesuai ekspektasi, untuk mie saja ada berapa, belum item lain, duh tidak muat bingung ini," keluhnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Wonosobo Tewas Tertimpa Pohon Albasia

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:58 WIB

UPPD Kota Magelang Terima Bantuan Mobil Operasional

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:40 WIB

Upanat, dari Relief Hingga Alas Kaki

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:04 WIB

Bupati Dorong OPD Rampungkan LKPJ

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:38 WIB

Vaksin Booster mulai Diberikan untuk Umum

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:35 WIB

Mortir Tinggalan Perang Ditemukan di Butuh

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:30 WIB

Bank Raya Indonesia Hadir di Temanggung

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:38 WIB
X