NU Harus Jadi Mitra Negara Dalam Segala Sektor

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:08 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar, Desa Maron, Kecamatan Loano, Mahfudz Hamid memberikan sambutan dalam acara diskusi kiai muda pesantren nasional di Ponpes asuhannya (SM/Hafidz Kurnia)
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar, Desa Maron, Kecamatan Loano, Mahfudz Hamid memberikan sambutan dalam acara diskusi kiai muda pesantren nasional di Ponpes asuhannya (SM/Hafidz Kurnia)

 

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com-Menjelang usia yang ke 100 tahun, Nahdlatul Ulama (NU) harus bisa menjadi mitra negara dari segala sektor dan tidak hanya berperan dalam hal keagamaan saja. Hal tersebut bertujuan agar NU bisa menjawab dan berkontribusi langsung dalam memenuhi segala kebutuhan negara.

Hal itu disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar, Desa Maron, Kecamatan Loano, Mahfudz Hamid dalam gelaran diskusi kiai muda pesantren nasional di Ponpes asuhannya, beberapa waktu lalu.

"Komunitas kiai muda ini ingin memohon NU ini kedepan lebih baik dalam hal penataan, organisasi, jadi tidak hanya menjadi sekedar Ormas Islam tapi juga harus menjadi mitra negara, jadi apapun yang dibutuhkan oleh negara NU punya itu," ungkap gus Afudz sapaan akrab Mahfudz Hamid.

Dijelaskan gus Afudz, di era kemajuan jaman sekarang ini kebutuhan negara semakin banyak dari segi sumber daya manusia. Maka NU harus ikut berperan serta membantu negara dalam menghadapi kemajuan jaman dari segi penyiapan SDM yang mumpuni dalam segala disiplin ilmu.

"Negara itu juga tidak hanya butuh agama saja tetapi harus ada keilmuan lain termasuk teknologi, industri dan yang lainnya, maka NU harus menyediakan itu semua," katanya.

Sejak dahulu, lanjutnya, Indonesia juga memiliki tantangan besar dalam hal kemajemukan. Maka dari itu, NU harus terus memberikan solusi dan siap menghadapi segala tantangan menjelang usia 100 tahun ini. "NU tidak melayani tentang agama saja tapi juga mencakup seluruh kehidupan manusia, dan kami para kiai muda siap menjawab tantangan itu," tandasnya.

Baca Juga: Kiai Muda Sepakat Regenerasi Sangat Penting Sambut 100 Tahun NU

Sementara itu, salah satu kiai muda yang hadir dalam diskusi, Muhammad Hanif pengasuh Ponpes Edi Mancoro, Semarang, mengatakan bahwa dalam menyiapkan masa depan NU dan menyongsong 100 tahun NU perlu adanya digitalisasi yang masif.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Wonosobo Tewas Tertimpa Pohon Albasia

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:58 WIB

UPPD Kota Magelang Terima Bantuan Mobil Operasional

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:40 WIB

Upanat, dari Relief Hingga Alas Kaki

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:04 WIB

Bupati Dorong OPD Rampungkan LKPJ

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:38 WIB

Vaksin Booster mulai Diberikan untuk Umum

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:35 WIB

Mortir Tinggalan Perang Ditemukan di Butuh

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:30 WIB

Bank Raya Indonesia Hadir di Temanggung

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:38 WIB
X