Kiai Muda Sepakat Regenerasi Sangat Penting Sambut 100 Tahun NU

- Selasa, 7 Desember 2021 | 18:56 WIB
Suasana pertemuan diskusi yang dihadiri para kiai muda dalam rangka menyambut Muktamar NU dan satu abad NU di Pondok Pesantren Al Anwar, Maron, Kecamatan Loano (SM/Hafidz Kurnia)
Suasana pertemuan diskusi yang dihadiri para kiai muda dalam rangka menyambut Muktamar NU dan satu abad NU di Pondok Pesantren Al Anwar, Maron, Kecamatan Loano (SM/Hafidz Kurnia)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com-Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), para kiai muda pesantren NU dari berbagai daerah di Pulau Jawa menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Al Anwar, Maron, Kecamatan Loano asuhan kiai muda kenamaan Mahfudz Hamid, baru-baru ini. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai ide dan inovasi bagi kemajuan NU. Para kiai muda juga sepakat bahwa regenerasi sangat penting dilakukan oleh ormas terbesar di Indonesia itu.

Pertemuan yang mengusung tema "Muktamar NU dan Kebutuhan Tajdid Jam'iyah Menyambut Satu Abad NU" ini, dihadiri lebih dari 70 kiai muda pesantren dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Timur.

Beberapa kiai muda yang hadir di antaranya Adib Sholeh Anwar Mansur Lirboyo Kediri, Nadhif Abdul Mujib Tayu Pati, Irwan Masduki Mlangi Yogyakarta, Nilzam Yahya Krapyak Yogyakarta, Latif Malik Tambakberas Jombang. Kemudian juga Luthfi Thomafi Lasem Rembang, Aunullah A'la Habib Doglo Boyolali, Chakimuddin Tegalrejo Magelang, dan Zar'anuddin Mlangi Yogyakarta.

Pengasuh Ponpes Al Anwar Mahfudz Hamid mengemukakan, acara ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Muktamar Ke-34 NU di Lampung sebagai bentuk kegembiraan para kiai muda pesantren. "Nantinya ide-ide para kiai muda ini akan diteruskan kepada para sesepuh NU. Kita di NU ini juga dituntut tidak hanya ahli dalam hal agama tapi harus bisa dalam pengetahuan umum lainnya. Semoga dengan adanya diskusi ini dapat melahirkan poin-poin yang baik untuk NU kedepan," ungkapnya.

Baca Juga: Raja Ratu Keraton Agung Sejagat Kembali Ditahan Setelah Sempat Bebas Satu Tahun Lebih

Irwan Masduki atau Gus Irwan salah satu pemantik diskusi dalam pertemuan itu mengungkapkan, saat ini NU menghadapi tantangan solidaritas organisasi. Padahal ini merupakan modal untuk mewujudkan solidaritas global. Untuk mewujudkannya, perlu gagasan-gagasan besar yang kompleks kemudian diterapkan secara mendasar, strategis, kolektif dan terstruktur.

"Saya percaya bahwa NU mampu melakukan solidaritas organisasi dan solidaritas global. Maka, penting bagi NU untuk melakukan regenerasi," ungkap Gus Irwan yang juga menjabat Ketua Aswaja Center Provinsi DIY.

Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatuttholibin Tayu Pati Ahmad Nadhief Abdul Mujib atau Gus Nadhif, menyampaikan, NU perlu melakukan pembaharuan memasuki 100 tahun. Semisal dari sisi kepengurusan dan pengelolaan organisasi.

Dari sisi kepengurusan, harus ada jaminan berlangsungnya regenerasi secara alamiah pada setiap jenjang.
Terkait pengelolaan organisasi, pola kerja di jajaran tanfidziyah atau eksekutif PBNU seperti sebuah pemerintahan, sehingga seluruh program dan agenda kerja diputuskan bersama.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Wonosobo Tewas Tertimpa Pohon Albasia

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:58 WIB

UPPD Kota Magelang Terima Bantuan Mobil Operasional

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:40 WIB

Upanat, dari Relief Hingga Alas Kaki

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:04 WIB

Bupati Dorong OPD Rampungkan LKPJ

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:38 WIB

Vaksin Booster mulai Diberikan untuk Umum

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:35 WIB

Mortir Tinggalan Perang Ditemukan di Butuh

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:30 WIB

Bank Raya Indonesia Hadir di Temanggung

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:38 WIB
X