32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

- Senin, 15 November 2021 | 05:44 WIB
Wamankeu, Suahasil Nazara didampingi Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah foto bersama para penerima pinjaman UMi usai digelar sosialisasi di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag. (Istimewa)
Wamankeu, Suahasil Nazara didampingi Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah foto bersama para penerima pinjaman UMi usai digelar sosialisasi di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag. (Istimewa)


MAGELANG, SUARA MERDEKA - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mencatat sebanyak 32.620 debitur di Magelang telah menerima pinjaman ultra mikro (UMi). Pinjaman ini untuk pelaku usaha mikro yang belum bisa mendapat layanan perbankan lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah setelah mengisi kegiatan Sosialisasi Pembiayaan UMi-KUR dan Edukasi Perpajakan bagi anggota Gabungan Petani Organik (GUPON) Sekarlangit di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Sabtu (13/11/2021).

Di Kecamatan Grabag, Ririn menyebut terdapat 1.434 pelaku usaha telah menerima pinjaman UMi. Adapun target pinjaman UMi tahun 2021 menyasar ke 1,8 juta debitur secara nasional.

"Per 1 November 2021, sekitar 1,7 juta debitur sudah menerima pinjaman ini. Pembiayaan UMi diharapkan bisa ikut mendorong pemulihan ekonomi (pelaku usaha mikro)," ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan Korem 072/Pamungkas Kolaborasi dengan PT KAI dan LVRI Gelar

PIP, katanya, adalah badan layanan umum yang bertugas mengoordinasi dana pinjaman UMi bagi pelaku usaha mikro yang belum bisa mendapat layanan perbankan lewat program KUR.

Besaran nominal dana tersebut Rp20 juta per debitur. Tenor pinjamannya kurang dari satu tahun. Adapun penyalur dana ialah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), koperasi-koperasi regional, dan lembaga keuangan mikro agribisnis.

Pinjaman ini tidak dikenakan bunga karena merupakan bantuan sosial. Bahkan, debitur akan mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usaha.

Ririn mengakui dana yang dikucurkan tahun ini naik Rp10 juta. Pasalnya, para pelaku usaha membutuhkan tambahan modal lebih besar. Terutama mereka yang berdomisili di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Kemenag Jateng Fasilitasi Perjuangan FGSNI dapat SK Inpassing 

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X