Polres Magelang Tangkap Pelaku Pencurian dan Penganiayaan Pelajar SMP

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:37 WIB
SM/Birru Rakaitadewa - PELAKU PENCURIAN: Dua orang pelaku aksi pencurian dan penganiayaan (pakaian jingga) di Polres Magelang.
SM/Birru Rakaitadewa - PELAKU PENCURIAN: Dua orang pelaku aksi pencurian dan penganiayaan (pakaian jingga) di Polres Magelang.
 
 
MAGELANG, suaramerdeka-kedu.com - Tim Resmob Sat Reskrim Polres Magelang menangkap tiga pelaku kasus pencurian dan penganiayaan seorang pelajar SMP di Kabupaten Magelang.
 
Mereka pun terkena ancaman kurungan penjara selama 12 tahun.
 
Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Muhamad Alfan Armin dalam rilisan pers memaparkan, peristiwa pencurian dan penganiayaan terjadi di sebuah jalan raya dekat Lapangan Kujon, Kecamatan Borobudur pada Minggu, 29 Agustus 2021.
 
 
Mula-mula korban, pelajar SMP (14) di Kabupaten Magelang,bersama dua teman datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk tongkrong sekira pukul 01.00.
 
Kemudian, tiga orang laki-laki mendatangi mereka dengan mengendarai motor. Salah seorang pelaku lantas menghampiri korban sambil bertanya, "Napa mas teng mriki?" (Kenapa di sini mas?).
 
Sebelum korban sempat menjawab, pelaku tersebut tiba-tiba mengambil kunci motor korban dan memukulinya sebanyak lima kali, lalu merampas ponselnya.
 
 
Korban pun melarikan diri ke sebuah kebun ketela. Saat kembali ke TKP sekira pukul 01.50, motornya sudah raib.
 
Dalam kejadian itu, korban mengalami memar pada bagian kepala, pinggul, dan lutut. Kerugian materiil ditaksir senilai Rp18 juta.
 
"Mendapat laporan dari korban, Tim Resmob Polres Magelang melakukan penyidikan dan penyelidikkan kasus ini," kata Alfan, Rabu (14/10).
 
 
Lebih lanjut Alfan menerangkan pelaku peristiwa tersebut antara lain YNS (20), warga Meteseh Tengah, Kota Magelang yang berprofesi swasta, AV (18), warga Kedungsari, Kota
Magelang yang bekerja sebagai pengamen, dan seorang anak usia 17 tahun yang tinggal di Kota Magelang.
 
Motif mereka melakukan aksi pencurian ialah untuk menjual kembali ponsel dan motor milik korban.
 
"Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku, satu buah handphone merek Vivo 12S (hasil curian, red), satu unit kendaraan motor Yamaha Jupiter (hasil curian, red), dan satu unit kendaraan yang digunakan sebagai sarana pelaku," sambungnya.
 
 
Alfan menambahkan para pelaku dijerat pasal 365 KUHP ayat 2 dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun. 
 
 
 
 

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Progress Smart City Wonosobo Capai 92,8 %

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:59 WIB

IDP Perjuangkan Perbub Disabilitas

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:58 WIB

NU Harus Jadi Mitra Negara Dalam Segala Sektor

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:08 WIB
X