Merkuri Bikin Rugi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:06 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programe (UNDP), menggelar diskusi dengan tema
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programe (UNDP), menggelar diskusi dengan tema


JOGJAKARTA, suaramerdeka-kedu.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programe (UNDP), menggelar diskusi dengan tema "Merkuri Bikin Rugi" secara daring, Rabu (13/10/2021).

Webinar ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya dari merkuri yang saat ini banyak terkandung dalam produk-produk di sekitar masyarakat.

"Merkuri merupakan senyawa yang berbahaya, sehingga kita harus hati-hati, dan jeli dalam mencari Informasi soal kandungan merkuri yang ada pada produk-produk di sekitar kita.

Baca Juga: Peringati Maulid Nabi, Kali Ijo Ditanami Mangrove

Misalnya makanan, bisa dilihat kandungannya, dan izin dari pemerintah. Soal kosmetik juga begitu, bisa dilihat izin BPOM-nya," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan, Beracun, Berbahaya (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati.

Saat ini pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi dan menghapus penggunaan merkuri serta menjadikan merkuri sebagai masa lalu.

Dimana hal tersebut ditunjukkan melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM).

Baca Juga: 100 Mahasiswa Fikes Unsiq Wonosobo di Wisuda

Langkah lainnya adalah dengan menetapkan program penghapusan Merkuri pada pertambangan emas skala kecil (PESK) sebagai Program Prioritas Nasional, hingga penyusunan dan pelaksanaan peraturan pelaksanaan melalui Peraturan Menteri LHK dengan memfokuskan program penghapusan merkuri di empat bidang prioritas, yakni bidang manufaktur, energi, PESK, dan Kesehatan.

Dermatovenereologist, dr. Nenden Sobarna menjelaskan bahwa kosmetik yang mengandung merkuri memang berpotensi membuat kulit penggunanya tambah putih.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Purworejo Terus Gali Potensi

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:36 WIB

Bappeda Gelar Konsultasi Publik RKPD 2023

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:00 WIB

Progress Smart City Wonosobo Capai 92,8 %

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:59 WIB

IDP Perjuangkan Perbub Disabilitas

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:58 WIB
X