Dampak Perkawinan Anak Oleh: Mufdlilah

- Senin, 27 September 2021 | 13:57 WIB
Foto: Mufdlilah / ist
Foto: Mufdlilah / ist

JOGJAKARTA, suaramerdeka-kedu.com - MASA remaja merupakan masa transisi penting dalam siklus kesehatan reproduksi.

Perubahan fisik yang pesat terkadang tidak diikuti dengan kematangan emosional.

Ketidakseimbangan perkembangan emosional apabila tidak dikontrol dan diawasi dapat menjerumuskan anak pada perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca Juga: MWC NU Ayah Bakal Bentuk Lembaga Nelayan

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas (Arisandi, 2012; Loi, 2018).

Perkawinan anak merupakan persoalan multidimensi. Menurut Bappenas, kemiskinan, kondisi geografi, kurangnya akses terhadap pendidikan, ketidaksetaraan gender, konflik sosial dan bencana ketiadaan akses terhadap layanan dan informasi kesehatan reproduksi komprehensif, norma sosial yang menguatkan stereotipe gender tertentu seperti perempuan seharusnya menikah muda dan budaya.

Dampak perkawinan anak menimbulkan siklus kemiskinan yang diwariskan turun temurun. Mayoritas anak yang menikah di usia muda tidak memiliki pekerjaan karena tingkat pendidikan rendah.

Baca Juga: Pemkab Wonosobo Siapkan Sekolah Pasar Modal 

Akibatnya orang tua yang akan menanggung beban ganda terutama keluarga dari pihak laki – laki yang harus menghidupi dua keluarga.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X