Menghadapi Era 4.0, Tiga Amal Madrasah Harus Diwujudkan di Jawa Tengah

- Senin, 21 Februari 2022 | 13:55 WIB
SM/dok - Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Musta’in Ahmad memberikan sambutan pengantar diskusi dalam Webinar FGD MTs Negeri 4 Kebumen melalui Zoom Meeting.
SM/dok - Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Musta’in Ahmad memberikan sambutan pengantar diskusi dalam Webinar FGD MTs Negeri 4 Kebumen melalui Zoom Meeting.


KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Musta’in Ahmad hadir dan memberikan sambutan pengantar diskusi dalam Webinar Fokus Grup DiskusI (FGD) MTs Negeri 4 Kebumen, melalui Zoom Meeting, Sabtu, (19/2).

Bedah Buku dan dilanjutkan pembukaan Workshop ilmiah ini mengangkat tema Guru Inspiratif 4.0 Gila Membaca, Gila Menulis, bersama narasumber yang juga penulis buku Prof Ngainun Na’im Guru besar Filsafat Islam STAI Tulungagung Jawa Timur dan Ibnu Asaddudin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.

Kegiatan ilmiah ini direspon sangat baik oleh kalangan civitas pendidikan di Kabupaten Kebumen, meski melalui webinar, terbukti dari kapasitas maksimal hanya untuk 100 undangan peserta, tetapi yang menghubungi panitia untuk turut bergabung jauh melebihi batas kuota yang ditetapkan, yang tidak bisa masuk bergabung dalam zoom meet pun rela mengikuti lewat live streaming MTsN 4 Kebumen TV.

Baca Juga: Pengilon Edupark Destinasi Wisata Baru di Temanggung

“Kegiatan ilmiah merupakan warna khas dilembaga pendidikan," jelasnya pada pengantar diskusi.

Dia mengungkapkan ada tiga amal madrasah yang harus ada pada madrasah di Jawa Tengah. Pertama Keislaman dan Keindonesiaan, dalam satu tarikan nafas bahwa NKRI dan Pancasila bagi ummat Islam adalah ikhtiar final yang sudah tidak perlu diperdebatkan.

Kedua Keilmuan dan Kemodern-an, warga madrasah tidak boleh berhenti membaca dan berhenti menulis. Warga kementerian agama bukan hanya diminta berlari kencang tetapi harus berani melakukan lompatan dalam merespon perkembangan ilmu dan teknologi.

Para pelaksana dan menajer di lapangan termasuk Kakankemenag dan para kepala madrasah juga diminta untuk bijak dalam mengakselerasi dengan mempastikan persiapan optimal dalam melakukan "gerak kereta api cepat" meminjam istilah Gus Men (panggilan akrab kepada Menteri Agama RI).

Baca Juga: Bupati Arif Sugiyanto : Miris, Bantuan Untuk RTLH Pun Dipotong 30 Persen

“Yang berangkat harus tepat waktu, yang terlambat ditinggal, yang menghadang diterjang dan hanya akan berhenti ketika sudah sampai, ini untuk menjawab harapan masyarakat," ungkap Kakanwil penuh semangat dalam penyampaian open statement pada webinar tersebut.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

BOB Ingin Rebranding Gunung Kemukus

Kamis, 28 Juli 2022 | 20:33 WIB

Perlu Sinergi Bersama Untuk Antisipasi PMK

Kamis, 9 Juni 2022 | 10:52 WIB

Puji Cahyono Resmi Jabat Danrem 072/Pamungkas

Selasa, 10 Mei 2022 | 19:41 WIB

CEO PT Dafam Hotel Management Raih Best CEO 2021

Jumat, 25 Februari 2022 | 11:20 WIB
X