WHO Sebut China Tidak Transparan Berikan Data Awal Corona

- Jumat, 16 Juli 2021 | 07:08 WIB
Institut Virologi Wuhan. /Reuters.
Institut Virologi Wuhan. /Reuters.


INTERNASIONAL. suaramerdeka-kedu.com
- WHO sebut penyelidikan asal-usul corona terhambat karena kurangnya data mentah paca awal kemunculan korona di Wuhan, China.

WHO mendesak agar lebih transparan.

Dilansir dari globalnews sebuah tim fokus melakukan penelitian di pusat kota Wuhan dengan peneliti China.

Baca Juga: Arjen Robben Resmi Pensiun

Dilaporkan pada bulan Maret, bahwa virus ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

"pengenalan melalui insiden laboratorium dianggap sebagai jalur yang sangat tidak mungkin," tetapi negara-negara termasuk Amerika Serikat dan beberapa ilmuwan tidak puas.

“Kami meminta China untuk transparan dan terbuka dan bekerja sama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers pada hari Kamis.

"Kami berutang kepada jutaan orang yang menderita dan jutaan orang yang meninggal untuk mengetahui apa yang terjadi," katanya.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Siapakah Andrew Tate ? Yuk Cari Tahu Disini

Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Bela ukraina, Mantan Tentara Inggris Tewas

Senin, 13 Juni 2022 | 09:27 WIB

5 Jembatan Paling Mengerikan Di Dunia

Kamis, 20 Januari 2022 | 09:38 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:45 WIB

Kapal Winposh Rampart Indonesia, lepas ke Malaysia

Kamis, 6 Januari 2022 | 13:54 WIB

Fenomena Hujan Hewan, Seisi Kota Bau Amis

Senin, 3 Januari 2022 | 10:10 WIB

Mumi Firaun Dibuka Secara Digital, Berikut Faktanya

Rabu, 29 Desember 2021 | 14:30 WIB
X