Surat Utang Negara Rusia ‘Default’ Alias Gagal Bayar Hutang

M. Nur Chakim
- Senin, 27 Juni 2022 | 21:26 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin (TASS Russia News Agency)
Presiden Rusia, Vladimir Putin (TASS Russia News Agency)


INTERNASIONAL, suaramerdeka-kedu.com - Tak habis membhas Rusia dan Ukraina kita Rusia yang sedang ramai dibicarakan karena Surat Utang Negara Rusia Akhirnya Default Alias Gagal Bayar Hutang. Surat Utang Negara Rusia Akhirnya Default Alias Gagal Bayar Hutang. default saat hendak membayar hutang. Dikatakan Rusia mengalami default atau gagal membayar utang untuk pertama kalinya sejak tahun 1998.

Surat utang negara Rusia akhirnya default alias gagal bayar setelah melewati masa tenggang yakni 1 bulan setelah jatuh tempo pada 27 Mei 2022. Gagal bayar Rusia sendiri bukan disebabkan oleh negeri yang kini dipimpin Vladimir Putin itu tidak memiliki uang, akan tetapi akibat penutupan akses transaksi kupon ke investor luar negeri oleh negara Barat.

Keadaan default biasanya terjadi ketika pemerintah menolak membayar atau keadaan ekonomi yang sangat lemah sehingga mustahil melakukan pembayaran.

Rusia gagal membayarkan utang sebesar US$100 juta atau setara Rp1,4 triliun (asumsi kurs Rp14.820 per dolar AS), seperti dikutip dari BBC.

Meskipun memiliki dana yang dibutuhkan dan siap membayar, Rusia gagal memenuhi kewajibannya karena sanksi yang ada membuat pembayaran kepada kreditur internasional tidak dapat dilakukan. 

Sejak invasi ke Ukraina dimulai, Rusia telah diprediksi akan gagal membayar utangnya akibat sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan Uni Eropa. 

Sanksi-sanksi itu membatasi akses Rusia ke jaringan perbankan internasional yang memroses pembayaran kepada investor di seluruh dunia. 

Rusia mengatakan bahwa pembayaran telah dilakukan ke Euroclear, bank yang kemudian mendistribusikan pembayaran ke investor. Namun, dana itu terhenti di sana dengan pembayaran bunga yang telah jatuh tempo pada 27 Mei lalu. 

Karena telah mencapai 30 hari sejak jatuh tempo, Rusia dianggap default.

Pihak Euroclear tidak menjelaskan apakah pembayaran itu telah diblokir, tetapi mengaku pihak bank mematuhi semua sanksi yang berlaku.  

Default juga telah tampak tak bisa dihindari saat Departemen Keuangan AS memutuskan untuk tidak memperbarui pengecualian khusus untuk aturan sanksi. Jika aturan yang berakhir pada 25 Mei itu diperpanjang, ada kemungkinan investor akan menerima pembayaran bunga dari pihak Rusia. 

Gagal bayar sendiri sudah terbayang setelah sanksi ekonomi dijatuhkan negara barat. Eurobond yang diterbitkan Rusia dijual di level yang penuh dengan tekanan sejak Maret 2022 lalu. Cadangan luar negeri milik Bank of Russia juga dibekukan dan seluruh perbankan besar di Rusia ditutup dari sistem keuangan global.

Namun, dampak sebenarnya diyakini tidak terlalu besar bagi Rusia. Dalam pernyataan sebelumnya, Rusia sudah menegaskan bahwa negara itu memiliki kemampuan membayar kupon. Pada pekan lalu, Rusia telah mengumumkan akan mengalihkan outstanding utangnya menjadi rubel. Mereka mengatakan kondisi ini adalah keadaan yang memaksa yang sengaja diciptakan oleh negara Barat.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Siapakah Andrew Tate ? Yuk Cari Tahu Disini

Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Bela ukraina, Mantan Tentara Inggris Tewas

Senin, 13 Juni 2022 | 09:27 WIB

5 Jembatan Paling Mengerikan Di Dunia

Kamis, 20 Januari 2022 | 09:38 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:45 WIB

Kapal Winposh Rampart Indonesia, lepas ke Malaysia

Kamis, 6 Januari 2022 | 13:54 WIB

Fenomena Hujan Hewan, Seisi Kota Bau Amis

Senin, 3 Januari 2022 | 10:10 WIB

Mumi Firaun Dibuka Secara Digital, Berikut Faktanya

Rabu, 29 Desember 2021 | 14:30 WIB
X