Perjuangan Cabang Bayi yang Memperoleh Nama Gatotkaca Hingga Diceburkan di Kawah Candradimuka Oleh Dewa

- Kamis, 9 Juni 2022 | 09:29 WIB
Sinopsis Film Satria Dewa Gatotkaca, Film Superhero Indonesia Tayang 9 Juni 2022 di Bioskop./Tangkap layar Youtube.com/Satria Dewa Studio
Sinopsis Film Satria Dewa Gatotkaca, Film Superhero Indonesia Tayang 9 Juni 2022 di Bioskop./Tangkap layar Youtube.com/Satria Dewa Studio

Arjuna yang datang ke Kahyangan tidak dapat mengalahkan Patih Sakipu bahkan ia terbuang melayang – layang dan jatuh dihadapan Resi Kanwa di pertapaan
Yasarata.

Bathara Guru kembali menugaskan Bathara Narada turun ke Marcapada sambil membawa senjata Kuntawijayadanu.

Pusaka itu harus diserahkan kepada Arjuna sebagai sarana memutus tali pusar jabang bayi putra Dewi Arimbi dengan Bima atau juga disebut Wekudara.

Jabang bayi itulah yang akan dijadikan jago kadewatan melawan Prabu Pracona dan Sakipu. Tetapi kekeliruan dilakukan Bathara Narada.

Senjata Kunta diberikan kepada Suryamatja yang menyaru mirip Arjuna. Akibatnya perang tanding terjadi antara Arjuna melawan Suryamatja memperebutkan senjata Kunta.

Peperangan berakhir setelah Suryamatja berhasil memperdaya Arjuna yang hanya berhasil membawa lari sarung senjata Kunta.

Atas kehendak Dewata atau Dewa, sarung senjata Kunta dapat digunakan untuk memotong tali pusar si jabang bayi putra Dewi Arimbi disertai satu keajaiban sarung senjata Kunta terlepas dari tangan Kresna dan terhisap masuk ke dalam pusar si jabang bayi.

Bertepatan dengan itu datang Bathara Narada, memberi nama si jabang bayi
Bambang Tetuka, dan meminjamnya untuk dibawa ke kahyangan.

Sebelum melawan Prabu Pracona dan Sakipu, untuk menambah kesaktian, Bambang Tetuka dimasukkan ke dalam Kawah Candradimuka, diaduk dengan berbagai senjata kadewatan yang dimasukkan oleh para dewa.

Dengan kesaktian pemberian Dewa tersebut Bambang Tetuka terjun ke medan perang. Prabu Pracona yang sakti menjadi penyebab semakin besarnya tubuh Bambang Tetuka.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

X